Betapa berat kurasakan 
Hidup penuh dengan tekanan
Tekanan yang menghantam kiri dan kanan 
Yang membuat hidup tiada berkepastian

Kini dia berwujud kebaikan
Tapi sayang bersifat kemungkaran
Dia bagai serigala berkulit Domba
Karena tak sesuai dengan sifatnya

Aku ingin pergi dari semua ini
Meninggalkan semua kenanganyang pahit ini
Pergi jauh Meninggalkannya
Karena kenangan buruk padanya

Tapi satu hal yang harus kugenggam
Meninggalkan kenangan yang suram
Tapi membawa pergi pelajaran berharga
Dari apa-apa yang terjadi di sana

Kutapaki jalan suram ini
Dengan penuh kesabaran hati
Meski merintih hati ini
Kutetap tegar tuk menjalani

Dulu kini pasti berubah 
Dalam bertahan diatasnya
Dahulu tali hanya seutas
Kini dikali berutas-utas

Yaa Allah
Jalankan aku dengan Ridhamu
Karena ku sesat tanpa Cahayamu
Secerca cahaya dari Sifatmu  


created by: "M_Y"
 
Tetaplah semangat 
Jangan pernah menyerah atas apa yang 
Dunia sediakan untukmu
 ok
Jangan menggapnya suatu musibah

Rintangan adalah apa-apa yang harus kita Lalui 
Sedangakan 
Musibah adalah suatu yang harus kita Hindari
Inginku kembali kekehidupanku yang dulu 
Kehidupan yang penuh dengan cinta dan kesetiaan
Kehidupan yang bagaikan syurga kehidupan 
Kehipan yang takkan pernah aku lupakan 
Kehidupan yang penuh dengan kebahagiaan 
Akankah ku temukan masa lalu itu
Masa-masa dimana aku senang selalu
Masa-masa dimana hidup penuh cinta 


Kini 
Aku jauh darimu 
Aku pergi meninggalkanmu

Yaa Allah 
Lepaskanlah aku dari jeratan ini  
Bebaskan aku dari kurungan ini
Keluarkanlah aku dari sangkar kegelapan ini
Hidupkanlah aku dalam ruang dan waktu kini 
Matikanlah aku dalam penuh rindu ilahi 

Dimanakahorang yang masih mempedulikan orang lain ?
Bahkan untuk membuat mereka terhiburpun tidak mau !
Dimanakah orang masih peduli?
Masih adakah di dunia ini ? 
Untuk membuat mereka bahagiapun tidak ada 
Dimana semua orang 
Dimanakah keadilan 
Apa yang mereka harus mereka lakukan
Mereka tidak diizinkan untuk berkreasi
Mereka dibuatnya sakit hati
Mereka di ombang ambingkan dalam kegelapan.
Mereka digelisahkan
Mereka diaanggap bukan apa-apa
Dimanakah keadilan
Semoga mereka tidak sakit hati
Atas perlakuan yang mereka telah terima 



created by:NBR ucu'

  Suatu hari, Rasulullah sedang duduk di masjid dikelilingi para sahabat. Beliau tengah mengajarkan ayat-ayat Qur’an. Tiba-tiba Rasulullah berhenti sejenak dan berkata,”Akan hadir diantara kalian seorang calon penghuni surga”. Para sahabat pun bertanya-tanya dalam hati, siapakah orang istimewa yang dimaksud Rasulullah ini?. Dengan antusias mereka menunggu kedatangan orang tersebut. Semua mata memandang ke arah pintu.
Tak berapa lama kemudian, seorang laki-laki melenggang masuk masjid. Para sahabat heran, inikah orang yang dimaksud Rasulullah? Dia tak lebih dari seorang laki-laki dari kaum kebanyakan. Dia tidak termasuk di antara sahabat utama. Dia juga bukan dari golongan tokoh Quraisy. Bahkan, tak banyak yang mengenalnya. Pun, sejauh ini tak terdengar keistimewaan dia.
Ternyata, kejadian ini berulang sampai tiga kali pada hari-hari selanjutnya. Tiap kali Rasulullah berkata akan hadir di antara kalian seorang calon penghuni surga, laki-laki tersebutlah yang kemudian muncul.
Maka para sahabat pun menjadi yakin, bahwa memang i-laki itulah yang dimaksud Rasulullah. Mereka juga menjadi semakin penasaran, amalan istimewa apakah yang dimiliki laki-laki ini hingga Rasulullah menjulukinya sebagai calon penghuni surga?
Akhirnya, para sahabat pun sepakat mengutus salah seorang di antara mereka untuk mengamati keseharian laki-laki ini. Maka pada suatu hari, sahabat yang diutus ini menyatakan keinginannya untuk bermalam di rumah laki-laki tersebut. Si laki-laki calon penghuni surga mempersilakannya.
Selama tinggal di rumah laki-laki tersebut, si sahabat terus-menerus mengikuti kegiatan si laki-laki calon penghuni surga. Saat si laki-laki makan, si sahabat ikut makan. Saat si laki-laki mengerjakan pekerjaan rumah, si sahabat menunggui. Tapi ternyata seluruh kegiatannya biasa saja. “Oh, mungkin ibadah malam harinya sangat bagus,” pikirnya. Tapi ketika malam tiba, si laki-laki pun bersikap biasa saja. Dia mengerjakan ibadah wajib sebagaimana biasa. Dia membaca Qur’an dan mengerjakan ibadah sunnah, namun tak banyak. Ketika tiba waktunya tidur, dia pun tidur dan baru bangun ketika azan subuh berkumandang.
Sungguh, si sahabat heran, karena ia tak jua menemukan sesuatu yang istimewa dari laki-laki ini. Tiga malam sang sahabat bersama sang calon penghuni surga, tetapi semua tetap berlangsung biasa. Apa adanya.
Akhirnya, sahabat itu pun pun berterus terang akan maksudnya bermalam. Dia bercerita tentang pernyataan Rasulullah. Kemudian dia bertanya, “Wahai kawan, sesungguhnya amalan istimewa apakah yang kau lakukan sehingga kau disebut salah satu calon penghuni surga oleh Rasulullah? Tolong beritahu aku agar aku dapat mencontohmu”.
Si laki-laki menjawab, “Wahai sahabat, seperti yang kau lihat dalam kehidupan sehari-hariku. Aku adalah seorang muslim biasa dengan amalan biasa pula. Namun ada satu kebiasaanku yang bisa kuberitahukan padamu. Setiap menjelang tidur, aku berusaha membersihkan hatiku. Kumaafkan orang-orang yang menyakitiku dan kubuang semua iri, dengki, dendam dan perasaaan buruk kepada semua saudaraku sesama muslim. Hingga aku tidur dengan tenang dan hati bersih serta ikhlas. Barangkali itulah yang menyebabkan Rasulullah menjuluki demikian.”
Mendengar penjelasan itu, wajah sang sahabat menjadi berseri-seri. “Terima kasih kawan atas hikmah yang kau berikan. Aku akan memberitahu para sahabat mengenai hal ini”. Sang sahabat pun pamit dengan membawa pelajaran berharga.

Suatu subuh, saat terbangun dari tidurnya, Aisyah ra tidak mendapati suaminya, Rasulullah SAW. Aisyah ra panik dan bingung. Ketika membuka pintu rumahnya, dia kaget mendapati Rasulullah tidur di depan pintu. Aisyah lalu bertanya, “Kenapa engkau tidur di luar suamiku?” Rasulullah SAW lantas menjawab, “Semalam aku pulang telah larut. Aku takut mengganggu tidurmu. Sehingga, aku tidur di sini.”
Sederhana, namun penghormatan Rasullah SAW kepada istrinya tersebut menyimpan makna mendalam bagaimana seharusnya suami memperlakukan istrinya. Selain aktivitasnya dalam berdakwah, Rasulullah SAW tidak mengabaikan keluarganya. Nabi pun membantu istrinya membersihkan rumah, memerah susu unta, dan mengasuh cucunya, yakni Hasan dan Husen.
Pernah, Rasulullah dilempari kotoran oleh orang-orang Quraisy, bahkan dilempari batu hingga wajahnya berdarah. Namun, Nabi menghadapi perlakuan itu dengan mendoakan mereka. Nabi berdoa, “Ya Allah, ampunilah mereka. Mereka berbuat seperti itu karena tidak tahu.” Siksaan dan teror yang menjadi-jadi tidak membuat semangat Nabi SAW dalam berdakwah surut. Bahkan, Umar bin Khattab yang sangat ditakuti oleh Suku Quraisy pun menawarkan diri untuk membunuh orang-orang yang mengganggu Nabi, tapi Nabi melarangnya. Cinta Nabi SAW tidak memandang kepada siapa cinta itu diberikan. Tak peduli kepada orang yang telah menyakiti beliau sekalipun. Subhanallah.
Perut Nabi SAW yang kurus dan dibebat kain berisi batu adalah hal yang membuat miris para sahabat pada saat-saat menjelang Nabi SW wafat. Betapa tidak, jika Rasulullah SAW mau, harta, kedudukan, uang, dan makanan paling lezat pun siap tersaji untuknya. Namun, Rasulullah pun menolak kenikmatan itu semua. Rasulullah SAW tidak mau dilebihkan hanya karena dia seorang pemimpin. Mencintai kaum fakir miskin, dekat dengan anak-anak yatim, sopan dalam berhadapan dengan siapa saja, dan santun segala tindak tanduknya menjadikan Nabi SAW sebagai pemimpin yang disegani oleh siapa pun.
Kini, telah ratusan abad Rasulullah SAW meninggalkan umatnya, umat akhir zaman. Namun, kelembutan dan cinta Nabi SAW kepada umatnya tetap menjadi sejarah yang tak akan bisa lekang ditelan zaman sampai kiamat datang. Dia mewariskan kepribadian agung serta dua titipan untuk dijadikan pedoman hidup, yakni Alquran dan sunahnya.
Angin berembus tenang menyapu padang pasir yang mahaluas. Bila malam tiba, cahaya bintang mengangguk ramah ditemani rembulan yang memancar keindahan akhlak Nabi SAW. Menabur cinta sepanjang masa. Alam berzikir. Dan menitipkan salam paling mesra kepada Rasulullah SAW. Jatuhan tetes air mata tak mudah terbendung mengenang perjuangan dan pengorbanannya. “Kami merindukanmu, yaa Rasulullah..”
Allahumma salli ‘ala sayyidina Muhammadin wa ‘ala aalihi wa sahbihi wasallim.


PENDAHULUAN

                I.                        LATAR BELAKANG
Hipertensi adalah masalah kesehatan masyarakat. Hipertensi yang tidak terkontrol dapat memicu timbulnya penyakit degeneratif, seperti gagal jantungcongestive, gagal ginjal, dan penyakit vaskuler. Hipertensi disebut ³silent killer´karena sifatnya asimptomatik dan telah beberapa tahun menimbulkan stroke yangfatal atau penyakit jantung. Meskipun tidak dapat diobati, pencegahan dan penatalaksanaan dapat menurunkan kejadian hipertensi dan penyakit  yang menyertainya. Diperkirakan sekitar 80% kenaikan kasus hipertensi terutama di negara berkembang tahun 2025 dari sejumlah 639 juta kasus di tahun 2000, di perkirakan menjadi 1,15 milyar kasus di tahun 2025. Prediksi ini didasarkan padaangka penderita hipertensi saat ini dan pertambahan penduduk saat ini.Hipertensi merupakan penyebab kematian nomor 3 setelah stroke dantuberkulosis, yakni mencapai 6,7% dari populasi kematian pada semua umur diIndonesia. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2007, diketahuihampir seperempat (24,5%) penduduk Indonesia usia di atas 10 tahunmengkonsumsi makanan asin setiap hari, satu kali atau lebih. Sementara prevalensi hipertensi di Indonesia mencapai 31,7% dari populasi pada usia 18tahun ke atas. Dari jumlah itu, 60% penderita hipertensi berakhir pada stroke.Sedangkan sisanya pada jantung, gagal ginjal, dan kebutaan. Pada orang dewasa, peningkatan tekanan darah sistolik sebesar 20 mmHg menyebabkan peningkatan60% risiko kematian akibat penyakit kardiovaskuler.Berdasarkan American Heart Association (AHA, 2001), terjadi peningkatanrata-rata kematian akibat hipertensi sebesar 21% dari tahun 1989 sampai tahun1999. Secara keseluruhan kematian akibat hipertensi mengalami peningkatan sebesar 46%.
Data Riskesdas menyebutkan hipertensi sebagai penyebabkematian nomor tiga setelah stroke dan tuberkulosis, jumlahnya mencapai 6,8%dari proporsi penyebab kematian pada semua umur di Indonesia.Angka-angka prevalensi hipertensi di Indonesia telah banyak dikumpulkandan menunjukkan, di daerah pedesaan masih banyak penderita yang belumterjangkau oleh pelayanan kesehatan. Baik dari segi case-finding maupun penatalaksanaan pengobatannya jangkauan masih sangat terbatas dan sebagian besar penderita hipertensi tidak mempunyai keluhan. Prevalensi terbanyak  berkisar antara 6 sampai dengan 15% tetapi angka-angka ekstrim rendah sepertidi Ungaran, Jawa Tengah 1,8%; Lembah Balim Pegunungan Jaya Wijaya, IrianJaya 0,6%; dan Talang Sumatera Barat 17,8%.Kebanyakan orang merasa sehat dan energik walaupun hipertensi. Menuruthasil Riskesdas Tahun 2007, sebagian besar kasus hipertensi di masyarakat belum terdeteksi. Keadaan ini tentunya sangat berbahaya, yang dapatmenyebabkan kematian mendadak pada masyarakat. Oleh karena cukup besarnyaangka kejadian hipertensi maka, akan dikaji lebih lanjut mengenai penyakithipertensi tersebut.

Something You Love

Kita tidak menemukan sesuatu yang kita cintai begitu dalam lalu melepaskannya. Kita terus berpegang padanya.


You don’t find something you love that much and let it go. You hold on to it throw yourself in deeper ~ Grey’s Anatomi

Sesuatu Yang Lebih

Jika Anda menginginkan sesuatu yang belum pernah anda miliki, Anda harus bersedia melakukan sesuatu yang belum pernah Anda lakukan.


If you want something you’ve never had, you must be willing to do something you’ve never done.
~ Thomas Jefferson

Hal Kecil dengan Cinta

Dalam kehidupan ini kita tidak dapat selalu melakukan hal yang besar. Tetapi kita dapat melakukan banyak hal kecil dengan cinta yang besar.


In this life we cannot always do great things. But we can do small things with great love
~Mother Teresa

Tentang Visi

Visi tanpa eksekusi adalah lamunan. Eksekusi tanpa visi adalah mimpi buruk.


Vision without execution is a daydream. Execution without vision is a nightmare.
~ Japanese Proverb

Hidup Ini Singkat

Hidup ini singkat. Tidak ada waktu untuk meninggalkan kata-kata penting tak terkatakan.


Life is short. There is no time to leave important words unsaid.
~ Paulo Coelho

Pikiran Ibarat Parasut

Pikiran kita ibarat parasut, hanya berfungsi ketika terbuka.


Minds are like parachutes – they only function when open.
~ Thomas Dewar
 

Sukses Adalah Perjalanan

Sukses adalah sebuah perjalanan, bukan tujuan akhir


Success is a journey, not a destination.
~ Ben Sweetland

Memberi dan Menerima

Mereka yang dapat memberi tanpa mengingat, dan menerima tanpa melupakan akan diberkati.

Blessed are those that can give without remembering and receive without forgetting.
~ Author Unknown