PENDAHULUAN

                I.                        LATAR BELAKANG
Hipertensi adalah masalah kesehatan masyarakat. Hipertensi yang tidak terkontrol dapat memicu timbulnya penyakit degeneratif, seperti gagal jantungcongestive, gagal ginjal, dan penyakit vaskuler. Hipertensi disebut ³silent killer´karena sifatnya asimptomatik dan telah beberapa tahun menimbulkan stroke yangfatal atau penyakit jantung. Meskipun tidak dapat diobati, pencegahan dan penatalaksanaan dapat menurunkan kejadian hipertensi dan penyakit  yang menyertainya. Diperkirakan sekitar 80% kenaikan kasus hipertensi terutama di negara berkembang tahun 2025 dari sejumlah 639 juta kasus di tahun 2000, di perkirakan menjadi 1,15 milyar kasus di tahun 2025. Prediksi ini didasarkan padaangka penderita hipertensi saat ini dan pertambahan penduduk saat ini.Hipertensi merupakan penyebab kematian nomor 3 setelah stroke dantuberkulosis, yakni mencapai 6,7% dari populasi kematian pada semua umur diIndonesia. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2007, diketahuihampir seperempat (24,5%) penduduk Indonesia usia di atas 10 tahunmengkonsumsi makanan asin setiap hari, satu kali atau lebih. Sementara prevalensi hipertensi di Indonesia mencapai 31,7% dari populasi pada usia 18tahun ke atas. Dari jumlah itu, 60% penderita hipertensi berakhir pada stroke.Sedangkan sisanya pada jantung, gagal ginjal, dan kebutaan. Pada orang dewasa, peningkatan tekanan darah sistolik sebesar 20 mmHg menyebabkan peningkatan60% risiko kematian akibat penyakit kardiovaskuler.Berdasarkan American Heart Association (AHA, 2001), terjadi peningkatanrata-rata kematian akibat hipertensi sebesar 21% dari tahun 1989 sampai tahun1999. Secara keseluruhan kematian akibat hipertensi mengalami peningkatan sebesar 46%.
Data Riskesdas menyebutkan hipertensi sebagai penyebabkematian nomor tiga setelah stroke dan tuberkulosis, jumlahnya mencapai 6,8%dari proporsi penyebab kematian pada semua umur di Indonesia.Angka-angka prevalensi hipertensi di Indonesia telah banyak dikumpulkandan menunjukkan, di daerah pedesaan masih banyak penderita yang belumterjangkau oleh pelayanan kesehatan. Baik dari segi case-finding maupun penatalaksanaan pengobatannya jangkauan masih sangat terbatas dan sebagian besar penderita hipertensi tidak mempunyai keluhan. Prevalensi terbanyak  berkisar antara 6 sampai dengan 15% tetapi angka-angka ekstrim rendah sepertidi Ungaran, Jawa Tengah 1,8%; Lembah Balim Pegunungan Jaya Wijaya, IrianJaya 0,6%; dan Talang Sumatera Barat 17,8%.Kebanyakan orang merasa sehat dan energik walaupun hipertensi. Menuruthasil Riskesdas Tahun 2007, sebagian besar kasus hipertensi di masyarakat belum terdeteksi. Keadaan ini tentunya sangat berbahaya, yang dapatmenyebabkan kematian mendadak pada masyarakat. Oleh karena cukup besarnyaangka kejadian hipertensi maka, akan dikaji lebih lanjut mengenai penyakithipertensi tersebut.


 




            II.                        DEFENISI HIPERTENSI
The Joint National Community on Preventation, Detection evaluation andtreatment of High Blood Preassure dari Amerika Serikat dan badan dunia WHOdengan International Society of Hipertention membuat definisi hipertensi yaitu apabila tekanan darah seseorang tekanan sistoliknya 140 mmHg atau lebih atautekanan diastoliknya 90 mmHg atau lebih atau sedang memakai obat antihipertensi.Pada anak-anak, definisi hipertensi yaitu apabila tekanan darah lebih dari 95 persentil dilihat dari umur, jenis kelamin, dan tinggi badan yang diukur sekurang-kurangnya tiga kali pada pengukuran yang terpisah.

Penyakit darah tinggi atau Hipertensi adalah suatu keadaan di manaseseorang mengalami peningkatan tekanan darah di atas normal yangditunjukkan oleh angka systolic (bagian atas) dan angka bawah (diastolic) pada pemeriksaan tensi darah menggunakan alat pengukur tekanan darah baik yang berupa cuff air raksa (sphygmomanometer) ataupun alat digital lainnya. Nilai normal tekanan darah seseorang dengan ukuran tinggi badan, berat badan, tingkat aktifitas normal dan kesehatan secara umum adalah 120/80mmHg.Dalam aktivitas sehari-hari, tekanan darah normalnya adalah dengan nilai angkakisaran stabil. Tetapi secara umum, angka pemeriksaan tekanan darah menurunsaat tidur dan meningkat diwaktu beraktifitas atau berolahraga.Bila seseorang mengalami tekanan darah tinggi dan tidak mendapatkan pengobatan dan pengontrolan secara teratur (rutin), maka hal ini dapat membawasi penderita kedalam kasus-kasus serius bahkan bisa menyebabkan kematian.Tekanan darah tinggi yang terus menerus menyebabkan jantung seseorang bekerja extra keras, akhirnya kondisi ini berakibat terjadinya kerusakan pada pembuluh darah jantung, ginjal, otak dan mata. Penyakit hypertensi inimerupakan penyebab umum terjadinya stroke dan serangan jantung.

        III.                        JENIS-JENIS HIPERTENSI
Pengelompokan Hipertensi terdiri atas :
·         Penyakit Hipertensi Menurut Kausanya
Hipertensi PrimaryHipertensi esensial atau hipertensi primer yang tidak diketahui penyebabnya, disebut juga hipertensi idiopatik. Terdapat sekitar 95%kasus. Banyak faktor yang mempengaruhinya seperti genetik,lingkungan, hiperaktifitas sistem saraf simpatis, sistem reninangiotensin, defek dalam ekskresi Na, peningkatan Na dan Caintraseluler dan faktor-faktor yang meningkatkan resiko seperti obesitas, alkohol, merokok, serta polisitemia. Hipertensi primer  biasanya timbul pada usia 30 ± 50 tahun

Hipertensi SecondaryHipertensi secondary adalah suatu kondisi dimana terjadinya peningkatan tekanan darah tinggi sebagai akibat seseorangmengalami/menderita penyakit lainnya seperti gagal jantung, gagalginjal, atau kerusakan sistem hormon tubuh. Sedangkan pada Ibuhamil, tekanan darah secara umum meningkat saat kehamilan berusia20 minggu. Terutama pada wanita yang berat badannya di atasnormal atau gemuk (gendut).Pregnancy-induced hypertension (PIH), ini adalah sebutan dalamistilah kesehatan (medis) bagi wanita hamil yang menderitahipertensi. Kondisi Hipertensi pada ibu hamil bisa sedang ataupuntergolang parah/berbahaya, Seorang ibu hamil dengan tekanan darahtinggi bisa mengalami Preeclampsia dimasa kehamilannya itu.Preeclampsia adalah kondisi seorang wanita hamil yangmengalami hipertensi, sehingga merasakan keluhan seperti pusing,sakit kepala, gangguan penglihatan, nyeri perut, muka yangmembengkak, kurang nafsu makan, mual bahkan muntah. Apabilaterjadi kekejangan sebagai dampak hipertensi maka disebut Eclamsia.Hipertensi sekunder atau hipertensi renal terdapat sekitar 5 %kasus. Penyebab spesifik diketahui, seperti penggunaan estrogen, penyakit ginjal, hipertensi vaskular renal, hiperaldosteronisme primer, dan sindrom cushing, feokromositoma, koarktasio aorta,hipertensi yang berhubungan dengan kehamilan, dan lain ± lain.Klinis sulit untuk membedakan dua keadaan tersebut, terutama pada penyakit ginjal menahun. Beratnya pengaruh hipertensi terhadapginjal tergantung dari tingginya tekanan darah dan lamanyamenderita hipertensi. Makin tinggi tekanan darah dalam waktu lamamakin berat komplikasi yang mungkin ditimbulkan 

 Hipertensi pada penyakit ginjal 
Penyakit ginjal dapat meningkatkan tekanan darah dansebaliknya hipertensi dalam jangka waktu yang lama dapatmengganggu ginjal. Hipertensi pada penyakit ginjal dapat terjadi pada penyakit ginjal akut maupun penyakit ginjal kronik, baik  pada kelainan glumerolus maupun pada kelainan vaskular.Hipertensi pada penyakit ginjal dapat dikelompokkan dalam
1.       Penyakit glumerolus akut Hipertensi terjadi karena adanya retensi natrium yangmenyebabkan hipervolemik. Retensi natrium terjadi karenaadanya peningkatan reabsorbsi natrium di duktus koligentes.Peningkatan ini dimungkankan abibat adanya retensi relatif terhadap Hormon Natriuretik Peptida dan peningkatanaktivitas pompa Na ± K ± ATPase di duktus koligentes
2.       Penyakit vaskuler Pada keadaan ini terjadi iskemi yang kemudian merangsangsistem renin angiotensin aldosteron
3.       Gagal ginjal kronik Hipertensi yang terjadi karena adanya retensi natrium, peningkatan sistem Renin Angiotensinogen Aldosteron akibatiskemi relatif karena kerusakan regional, aktifitas saraf simpatik yang meningkat akibat kerusakan ginjal,hiperparatiroidis sekunder, dan pemberian eritropoetin
4.       Penyakit glumerolus kronik SistemRenin- Angiotensinogen- Aldoteron (RAA) merupakansatu sistem hormonal enzimatik yang bersifat multikompleksdan berperan dalm naiknya tekanan darah, pangaturankeseimbangan cairan tubuh dan elektrolit.

Hipertensi renovaskular merupakan penyebab tersering darihipertensi sekunder. Diagnosa hipertensi renovaskular pentingkarena kelainan ini potensial untuk disembuhkan denganmenghilangkan penyebabnya yaitu stenosis arteri renalis. Stenosisarteri renalis adalah suatu keadaan terdapatnya lesi obstruktif secara anatomik pada arteri renalis. Sedangkan hipertensirenovaskular adalah hipertensi yang terjadi akibat fisiologisadanya stenosis arteri renalis.Istilah nefropati iskemik menggambarkan suatu keadaanterjadinya penurunan fungsi ginjal akibat adanya stenosis arterirenalis. Jika terjadi gangguan fungsi ginjal, kelainan ini akanmenetap walaupun tekanan darahnya dapat dikendalikan dengan pengobatan yang meliputi medikamentosa antihipertensi,revaskularisasi dengan tindakan bedah ataupun angioplasti.




 Hipertensi pada kelainan endokrin
Salah satu penyakit yang disebabkan oleh kerusakan endokrinadalah aldosteronisme primer (Sindrom Conn).Hiperaldosteronisme primer adalah sindrom yang disebabkan olehhipersekresi aldesteron yang tidak terkendali yang umumnya berasal dari kelenjar korteks adrenal. Hiperaldosteronisme primer secara klinis dikenal dengan triad terdiri dari hipertensi,hipokalemi, dan alkalosis metabolik. Sindrom ini disebabkan olehhiperplasi kelenjar korteks adrenal, adenoma atau karsinomaadrenal.
Sindrom cushing disebabkan oleh hiperplasi adrenal bilateral yangdisebabkan oleh adenoma hipofisis yang menghasilkanAdenocorticotropin Hormone (ACTH ).
 Hipertensi adrenal kongenital 
Hipertensi adrenal kongenital merupakan penyabab terjadinyahipertensi pada anak (jarang terjadi).

eokromositoma adalah salah satu hipertensi endokrin yang patutdicurigai apabila terdapat riwayat dalam keluarga. Tanda ± tandayang mencurigai adanya feokromositoma yaitu hipertensi, sakitkepala, hipermetabolisme, hiperhidrosis, dan hiperglikemia.
eokromositomia disebabkan oleh tumor sel kromatin asal neuralyang mensekresikan katekolamin. Sebagian besar berasal darikelenjar adrenal, dan hanya 10% terjadi di tempat lain dalamrantai simpatis. 10% dari tumor ini ganas dan 10% adenomaadrenal adalah bilateral.
eokromositomia dicurigai jika tekanandarah berfluktuasi tinggi, disertai takikardi, berkeringat atauedema paru karena gagal jantung.

 Koarktasi aorta
Koarktasi aorta paling sering mempengaruhi aorta pada distal dariarteri subklavia kiri dan menimbulkan hipertensi pada lengan danmenurunkan tekanan pada kaki, dengan denyut nadi arterifemoralis lemah atau tidak ada. Hipertensi ini dapat menetap bahkan setelah reseksi bedah yang berhasil, terutama jikahipertensi terjadi lama sebelum operasi.
                                                              
 Hipertensi pada kehamilan
Hipertensi pada kehamilan merupakan penyebab utama peningkatan morbiditas dan mortalitas maternal, janin danneonatus. Kedaruratan hipertensi dapat menjadi komplikasi dari preeklampsia sebagaimana yang terjadi pada hipertensi kronik.Perempuan hamil dengan hipertensi mempunyai risiko yang tinggiuntuk terjadinya komplikasi yang berat seperti abruptio plasenta, penyakit serebrovaskuler, gagal organ, koagulasi intravaskular.

Penelitian observasi pasien hipertensi kronik yang ringandidapatkan risiko kehamilan preaklampsia 10±25%, abruptio 0,7± 1,5%, kehamilan prematur kurang dari 37 minggu 12±34%, danhambatan pertumbuhan janin 8±16%. Risiko bertambah padahipertensi kronik yang berat pada trimester pertama dengandidapatnya preaklampsia sampai 50%. Terhadap janin,mengakibatkan risiko retardasi perkembangan intrauterin, prematuritas dan kematian intrauterin. Selain itu risiko hipertensiseperti gagal jantung, ensepalopati, retinopati, perdarahan serebral,dan gagal ginjal akut dapat terjadi. Sampai sekarang yang belum jelas apakah tekanan darah yang terkontrol secara agresif dapatmenurunkan terjadinya eklampsia.

Penggunaan obat yang paling banyak berkaitan dengan hipertensiadalah pil kontrasepsi oral (OCP) dimana 5% perempuanmengalami hipertensi sejak mulai penggunaan. Perempuan usialebih tua (>35tahun) lebih mudah terkena, begitupula dengan perempuan yang pernah mengalami hipertensi selama kehamilan.Pada 50 % tekanan darah akan kembali normal dalam 3±6 sesudah penghentian pil. Penggunaan estrogen pascamenopause bersifatkardioproteksi dan tidak meningkatkan tekanan darah. Obat lainyang terkait dengan hipertensi termasuk siklosporin, eritopoietin,dan kokain.

 Jenis-jenis Hiperteensi
1.       Hipertensi Diastolik (diastolic hypertension)Yaitu peningkatan tekanan diastolic tanpa diikuti peningkatan tekanansistolik. Biasanya bentuk hipertensi ini ditemukan pada anak-anak dandewasa muda.
2.       Hipertensi Sistolik (isolated systolic hypertension)Yaitu peningkatan tekanan sistolik tanpa diikutu peningkatan tekanandiastolik. Umumnya bentuk hipertensi ini ditemukan pada usi lanjut.c.
3.    Hipertensi Campuran (sistol dan diastole yang meninggi)Yaitu peningkatan tekanan darah pada sistol dan distol. menurut berat atau tingginya peningkatan tekanan darah
4.       Hipertensi ringan yaitu jika pada pengukuran tekanan darah, tekanandarah sistolik berada diantara 140-159mmHg dan tekanan darahdiastolic berada diantara 90-99mmHg. b.
5.       Hipertesi sedang yaitu jika pada pengukuran tekanan darah, tekanandarah sistolik berada diantara 160-179mmHg dan tekanan darahdiastolic berada diantara 100-109mmHg.c.
6.       Hipertensi berat yaitu jika pada pengukuran tekanan darah, tekanandarah sistolik >180mmHg dan tekanan darah diastolic 110mmHg.

          IV.                        GEJALA HIPERTENSI
 Hipertensi diduga dapat berkembang menjadi masalah kesehatan yang lebihserius dan bahkan dapat menyebabkan kematian. Seringkali hipertensi disebutsebagai silent killer karena dua hal, yaitu: 
·         Hipertensi sulit disadari oleh seseorang karena hipertensi tidak memilikigejala khusus. Gejala ringan seperti pusing, gelisah, mimisan, dan sakit kepala biasanya jarang berhubungan langsung dengan hipertensi. Hipertensi dapatdiketahui dengan mengukur tekanan darah secara teratur.
·         Penderita hipertensi, apabila tidak ditangani dengan baik, akan mempunyairisiko besar untuk meninggal karena komplikasi kardiovaskular seperti stroke,serangan jantung, gagal jantung, dan gagal ginjal.

Pada sebagian besar penderita, hipertensi tidak menimbulkan gejala;meskipun secara tidak sengaja beberapa gejala terjadi bersamaan dan dipercaya berhubungan dengan tekanan darah tinggi (padahal sesungguhnya tidak). Gejalayang dimaksud adalah sakit kepala, perdarahan dari hidung, pusing, wajahkemerahan dan kelelahan; yang bisa saja terjadi baik pada penderita hipertensi,maupun pada seseorang dengan tekanan darah yang normal.Jika hipertensinya berat atau menahun dan tidak diobati, bisa timbul gejala berikut:
·         Sakit kepala 
·         Kelelahan
·         Mual
·         Muntah
·         Sesak nafas
·         Gelisah
·         Pandangan menjadi kabur yang terjadi karena adanya kerusakan pada otak,mata, jantung dan ginjal.
·         Sering buang air kecil terutama di malam hari
·         Telinga berdengingKadang penderita hipertensi berat mengalami penurunan kesadaran dan bahkankoma karena terjadi pembengkakan otak. Keadaan ini disebut ensefalopatihiperte yang memerlukan penanganan segera


             V.                        FAKTOR RISIKO HIPERTENSI
Hipertensi disebabkan oleh faktor-faktor yang dapat dimodifikasi ataudikendalikan serta faktor yang tidak dapat dimodifikasi. 
·         Faktor yang tidak dapat dimodifikasi atau dikendalikan
                Genetik Adanya faktor genetik pada keluarga tertentu akan menyebabkankeluarga tersebut mempunyai resiko menderita hipertensi. Individu dengan orangtua hipertensi mempunyai resiko dua kali lebih besar untuk menderita hipertensi daripada individu yang tidak mempunyai keluargadengan riwayat hipertensi. Pada 70-80% kasus Hipertensi primer,didapatkan riwayat hipertensi di dalam keluarga. Apabila riwayathipertensi didapatkan pada kedua orang tua, maka dugaan Hipertensi primer lebih besar. Hipertensi juga banyak dijumpai pada penderitakembar monozigot (satu telur), apabila salah satunya menderitaHipertensi. Dugaan ini menyokong bahwa faktor genetik mempunyai peran didalam terjadinya Hipertensi.
Umur Insidensi hipertensi meningkat seiring dengan pertambahan usia.Individu yang berumur di atas 60 tahun, 50-60% mempunyai tekanandarah lebih besar atau sama dengan 140/90 mmHg. Hal itu merupakan pengaruh degenerasi yang terjadi pada orang yang bertambah usianya.
Jenis KelaminLaki-laki mempunyai resiko lebih tinggi untuk menderita hipertensilebih awal. Laki-laki juga mempunyai resiko yang lebih besar terhadapmorbiditas dan mortalitas kardiovaskuler. Sedangkan di atas umur 50tahun hipertensi lebih banyak terjadi pada perempuan.
EtnisHipertensi lebih banyak terjadi pada orang berkulit hitam daripada yang berkulit putih. Belum diketahui secara pasti penyebabnya, namun dalamorang kulit hitam ditemukan kadar renin yang lebih rendah dansensitifitas terhadap vasopresin lebih besar.

Penyakit Ginjal,Ginjal mengendalikan tekanan darah melalui beberapa cara:
·         Jika tekanan darah meningkat, ginjal akan menambah pengeluarangaram dan air, yang akan menyebabkan berkurangnya volume darahdan mengembalikan tekanan darah ke normal.
·         Jika tekanan darah menurun, ginjal akan mengurangi pembuangangaram dan air, sehingga volume darah bertambah dan tekanan darahkembali ke normal.

Ginjal juga bisa meningkatkan tekanan darah dengan menghasilkanenzim yang disebut renin, yang memicu pembentukan hormonangiotensi, yang selanjutnya akan memicu pelepasan  hormonaldosteron.Ginjal merupakan organ penting dalam mengendalikan tekanan darah,karena itu berbagai penyakit dan kelainan pda ginjal bisa menyebabkanterjadinya tekanan darah tinggi. Misalnya penyempitan arteri yangmenuju ke salah satu ginjal (stenosis arteri renalis) bisa n   menyebabkanhipertensi. Peradangan dan cedera pada salah satu atau kedua ginjal juga bisa menyebabkan naiknya tekanan darah.

Obat-obatan Penggunaan obat-obatan seperti
 beberapa obat hormon
(Pil KB),Kortikosteroid, Siklosporin, Eritropoietin, Kokain, dan Kayu manis(dalam jumlah sangat besar), termasuk beberapa obat antiradang (anti-inflammasi) secara terus menerus (sering) dapat meningkatkan tekanan darahseseorang. Minuman yang mengandung alkohol juga termasuk salah satufaktor yang dapat menimbulkan terjadinya tekanan darah tinggi.
Preeklampsi pada kehamilanPreeklampsia dalam kehamilan adalah apabila dijumpai tekanan darah140/90 mmHg setelah kehamilan 20 minggu (akhir triwulan keduasampai triwulan ketiga) atau bisa lebih awal terjadi. Preeklamsi terjadisebagai akibat dari gangguan fungsi organ akibat penyempitan pembuluh darah secara umum yang mengakibatkan iskemia plasenta(ari-ari) sehingga berakibat kurangnya pasokan darah yang membawanutrisi ke janin.
Keracunan timbal akutTimbal bisa menyebabkan lesi tubulus proksimalis, lengkung henle,serta menyebabkan aminosiduria, sehingga timbul kelainan pada ginjal(Peradangan dan cedera pada salah satu atau kedua ginjal) bisamenyebabkan terjadinya tekanan darah tinggi. 

·         Faktor yang dapat dimodifikasi atau dikendalikan.  
1.       Stres akan meningkatkan resistensi pembuluh darah perifer dan curah jantung sehingga akan menstimulasi aktivitas saraf simpatetik. Adapunstres ini dapat berhubungan dengan pekerjaan, kelas sosial, ekonomi,dan karakteristik personal. Mekanisme
2.       hubungan antara stress denganHipertensi, diduga melalui aktivasi saraf simpatis. Saraf simpatis adalahsaraf yang bekerja pada saat kita beraktivitas, saraf parasimpatis adalahsaraf yang bekerja pada saat kita tidak beraktivitas.Peningkatan aktivitas saraf simpatis dapat meningkatkan tekanan darahsecara intermitten (tidak menentu). Apabila stress berkepanjangan, dapatmengakibatkan tekanan darah menetap tinggi. Walaupun hal ini belumterbukti, akan tetapi angka kejadian di masyarakat perkotaan lebih tinggidibandingkan dengan di pedesaan. Hal ini dapat dihubungkan dengan pengaruh stress yang dialami kelompok masyarakat yang tinggal dikota.2.
3.       ObesitasPenelitian epidemiologi menyebutkan adanya hubungan antara berat badan dengan tekanan darah baik pada pasien hipertensi maupunnormotensi. Pada populasi yang tidak ada peningkatan berat badanseiring umur, tidak dijumpai peningkatan tekanan darah sesuai peningkatan umur. Obesitas terutama pada tubuh bagian atas dengan peningkatan jumlah lemak pada bagian perut.
4.       NutrisiSodium adalah penyebab penting dari hipertensi esensial, asupan garamyang tinggi akan menyebabkan pengeluaran berlebihan dari hormonnatriouretik yang secara tidak langsung akan meningkatkan tekanandarah.Asupan garam tinggi yang dapat menimbulkan perubahan tekanan darahyang dapat terdeteksi adalah lebih dari 14 gram per hari atau jikadikonversi kedalam takaran sendok makan adalah lebih dari dua sendok makan.4.
5.       Merokok Penelitian terakhir menyatakan bahwa merokok menjadi salah satufaktor risiko hipertensi yang dapat dimodifikasi. Merokok merupakanfaktor risiko yang potensial untuk ditiadakan dalam upaya melawan arus peningkatan hipertensi khususnya dan penyakit kardiovaskuler secaraumum di Indonesia.5.
6.       Kurang olahragaGaya hidup yang tidak aktif (malas berolah raga) bisa memicuterjadinya hipertensi pada orang-orang memiliki kepekaan yangditurunkan.

          VI.                        MEKANISME HIPERTENSI
Mekanisme terjadinya hipertensi adalah melalui terbentuknya angiotensin IIdari angiotensin I oleh angiotensin I-converting enzyme (ACE). ACE memegang peran fisiologis penting dalam mengatur tekanan darah. Darah mengandungangiotensinogen yang diproduksi di hati. Selanjutnya oleh hormon, renin(diproduksi oleh ginjal) akan diubah menjadi angiotensin I. Oleh ACE yangterdapat di paru-paru, angiotensin I diubah menjadi angiotensin II. Angiotensin IIinilah yang memiliki peranan kunci dalam menaikkan tekanan darah melalui duaaksi utama. Aksi pertama adalah meningkatkan sekresi hormon antidiuretik 
                (ADH) dan rasa haus. ADH diproduksi di hipotalamus (kelenjar pituitari) dan bekerja pada ginjal untuk mengatur osmolalitas dan volume urin. Denganmeningkatnya ADH, sangat sedikit urin yang diekskresikan ke luar tubuh(antidiuresis), sehingga menjadi pekat dan tinggi osmolalitasnya. Untuk mengencerkannya, volume cairan ekstraseluler akan ditingkatkan dengan caramenarik cairan dari bagian intraseluler. Akibatnya, volume darah meningkat,yang pada akhirnya akan meningkatkan tekanan darah. Aksi kedua adalahmenstimulasi sekresi aldosteron dari korteks adrenal.Aldosteron merupakan hormon steroid yang memiliki peranan penting padaginjal. Untuk mengatur volume cairan ekstraseluler, aldosteron akan mengurangiekskresi NaCl (garam) dengan cara mereabsorpsinya dari tubulus ginjal. Naiknyakonsentrasi NaCl akan diencerkan kembali dengan cara meningkatkan volumecairan ekstraseluler yang pada gilirannya akan meningkatkan volume dantekanan darah.

       VII.                        PENCEGAHAN HIPERTENSI
Hipertensi dapat dicegah dengan pengaturan pola makan yang baik sepertikonsumsi makanan kaya serat, kurangi konsumsi garam dan pola diet rendah lemak jenuh, total lemak dan kolesterol serta aktivitas fisik yang cukup. Hindari kebiasaan lainnya seperti merokok dan mengkonsumsialkohol yang diduga berpengaruh dalam meningkatkan resiko hipertensi,walaupun mekanisme timbulnya belum diketahui pasti. Disarankan untuk mengurangi konsumsi natrium/sodium. Sumber natrium/sodium yang utamaadalah natrium klorida (garam dapur), penyedap masakan (monosodium glutamat= MSG), dan sodium karbonat. Konsumsi garam dapur (mengandung iodium)yang dianjurkan tidak lebih dari 6 gram per hari, setara dengan satu sendok teh.Dalam kenyataannya, konsumsi berlebih disebabkan oleh budaya masak-memasak masyarakat kita yang umumnya boros menggunakan garam.
Indra perasa kita sejak kanak-kanak telah dibiasakan untuk memiliki ambang batas yang tinggi terhadap rasa asin, sehingga sulit untuk dapat menerimamakanan yang agak tawar. Konsumsi garam ini sulit dikontrol, terutama jika kitaterbiasa mengonsumsi makanan di luar rumah (warung, restoran, hotel, dan lain-lain).Sumber natrium yang juga perlu diwaspadai adalah yang berasal dari penyedap masakan (MSG). Budaya penggunaan MSG sudah sampai pada taraf yang sangat mengkhawatirkan. Hampir semua ibu rumah tangga, penjualmakanan, dan penyedia jasa katering selalu menggunakannya. Penggunaan MSGdi Indonesia sudah begitu bebasnya, sehingga penjual bakso, bubur ayam, soto,dan lain-lain, dengan seenaknya menambahkannya ke dalam mangkok tanpatakaran yang jelas.Beberapa bentuk pencegahan penyakit hipertensi antara lain :
a.       Pencegahan primordial b.
b.      Promosi kesehatanc.
c.       Proteksi dini : kurangi garam sebagai salah satu faktor risikod.
d.      Diagnosis dini : screening, pemeriksaan/check-upe.
e.      Pengobatan tepat : segera mendapatkan pengobatan komperhensif dan kausalawal keluhanf.
f.        Rehabilitasi : upaya perbaikan dampak lanjut hipertensi yang tidak bisadiobati

    VIII.                        KESIMPULAN
Definisi Hipertensi :Hipertensi adalah suatu kondisi dimana tekanan darah seseorang tekanansistoliknya 140 mmhg atau lebih atau tekanan diastoliknya 90 mmhg atau lebih
v  Faktor yang dapat dimodisikasi atau dikendalikan
·         Stress
·         Obesitas
·         Nutrisi
·         Merokok 
·         Kurang Olahraga 

v  Jenis-jenis Hipertensi menurut Kausanya
·         Hipertensi Primer                                                   
·         Hipertensi Primer
·         Hipertensi Primer
·         Hipertensi Sekunder 
·         Hipertensi pada ginjal 
·         Hipertensi pada penyakit renovaskular 
·         Hipertensi pada kelainan endokrin
·         Hipertensi adrenal konginetal
·         Hipertensi pada kehamilan
·         Hipertensi penggunaan obat-obatan
·         Hipertensi Diastolik  
·         Hipertensi Sistolik 
·         Hipertensi Campuran

Mekanisme Terjadinya Penyakit HipertensiMekanisme terjadinya hipertensi adalah melalui terbentuknya angiotensin IIdari angiotensin I oleh angiotensin I-converting enzyme (ACE). Selanjutnyaoleh hormon, renin (diproduksi oleh ginjal) akan diubah menjadi angiotensinI. Oleh ACE yang terdapat di paru-paru, angiotensin I diubah menjadiangiotensin II. Angiotensin II inilah yang memiliki peranan kunci dalammenaikkan tekanan darah melalui dua aksi utama. Aksi pertama adalahmeningkatkan sekresi hormon antidiuretik (ADH) dan rasa haus. Aksi keduaadalah menstimulasi sekresi aldosteron dari korteks adrenal.

Cara Pencegahan Penyakit HipertensiHipertensi dapat dicegah dengan pengaturan pola makan yang baik, sertaaktivitas fisik yang cukup seperti olahraga secara teratur. Selain itu denganmenghindari kebiasaan buruk seperti merokok dan konsumsi alkohol, sertakonsumsi natrium/sodium yang berlebih seperti garam dapur yang berlebihan,  penyedap rasa (MSG). Selain itu, dengan melakukan diagnosis dini sebagaicara pencegahan.




SARAN
Dalam upaya pencegahan penyakit hipertensi, hendaknya seseorang menerapkan pola hidup sehat. Baik dari segi penerapan pola makan, mencakup menghindarimakanan yang berisiko meningkatkan tekanan darah, hindari pemicu stress(stressor), serta asupan nutrisi yang seimbang. Selain itu aktifitas fisik sepertiolahraga secara teratur, agar tidak terjadi obesitas. Hindari kebiasaan yang berakibat buruk seperti merokok serta konsumsi alkohol. Dalam pencegahanhipertensi pada usia dewasa, hendaknya pencegahan dimulai sejak dini. Disinilah perlu peranan aktif orang tua dalam mengontrol pola konsumsi anaknyamasing-masing.

















0 komentar:

Posting Komentar