PENDAHULUAN
I.
LATAR
BELAKANG
Hipertensi adalah
masalah kesehatan masyarakat. Hipertensi yang tidak terkontrol dapat
memicu timbulnya penyakit degeneratif, seperti gagal jantungcongestive, gagal
ginjal, dan penyakit vaskuler. Hipertensi disebut ³silent killer´karena
sifatnya asimptomatik dan telah beberapa tahun menimbulkan stroke yangfatal
atau penyakit jantung. Meskipun tidak dapat diobati, pencegahan
dan penatalaksanaan dapat menurunkan kejadian hipertensi dan penyakit yang menyertainya. Diperkirakan sekitar 80%
kenaikan kasus hipertensi terutama di negara berkembang tahun 2025 dari
sejumlah 639 juta kasus di tahun 2000, di perkirakan menjadi 1,15 milyar
kasus di tahun 2025. Prediksi ini didasarkan padaangka penderita hipertensi
saat ini dan pertambahan penduduk saat ini.Hipertensi merupakan penyebab
kematian nomor 3 setelah stroke dantuberkulosis, yakni mencapai 6,7% dari
populasi kematian pada semua umur diIndonesia. Berdasarkan Riset Kesehatan
Dasar (Riskesdas) 2007, diketahuihampir seperempat (24,5%) penduduk Indonesia
usia di atas 10 tahunmengkonsumsi makanan asin setiap hari, satu kali atau
lebih. Sementara prevalensi hipertensi di Indonesia mencapai 31,7% dari
populasi pada usia 18tahun ke atas. Dari jumlah itu, 60% penderita hipertensi
berakhir pada stroke.Sedangkan sisanya pada jantung, gagal ginjal, dan
kebutaan. Pada orang dewasa, peningkatan tekanan darah sistolik sebesar 20
mmHg menyebabkan peningkatan60% risiko kematian akibat penyakit
kardiovaskuler.Berdasarkan American Heart Association (AHA, 2001), terjadi
peningkatanrata-rata kematian akibat hipertensi sebesar 21% dari tahun 1989
sampai tahun1999. Secara keseluruhan kematian akibat hipertensi mengalami
peningkatan sebesar 46%.
Data Riskesdas
menyebutkan hipertensi sebagai penyebabkematian nomor tiga setelah stroke dan
tuberkulosis, jumlahnya mencapai 6,8%dari proporsi penyebab kematian pada semua
umur di Indonesia.Angka-angka prevalensi hipertensi di Indonesia telah banyak
dikumpulkandan menunjukkan, di daerah pedesaan masih banyak penderita yang
belumterjangkau oleh pelayanan kesehatan. Baik dari segi case-finding maupun penatalaksanaan
pengobatannya jangkauan masih sangat terbatas dan sebagian besar penderita
hipertensi tidak mempunyai keluhan. Prevalensi terbanyak berkisar
antara 6 sampai dengan 15% tetapi angka-angka ekstrim rendah sepertidi Ungaran,
Jawa Tengah 1,8%; Lembah Balim Pegunungan Jaya Wijaya, IrianJaya 0,6%; dan
Talang Sumatera Barat 17,8%.Kebanyakan orang merasa sehat dan energik walaupun
hipertensi. Menuruthasil Riskesdas Tahun 2007, sebagian besar kasus hipertensi
di masyarakat belum terdeteksi. Keadaan ini tentunya sangat berbahaya,
yang dapatmenyebabkan kematian mendadak pada masyarakat. Oleh karena cukup
besarnyaangka kejadian hipertensi maka, akan dikaji lebih lanjut mengenai
penyakithipertensi tersebut.
II.
DEFENISI
HIPERTENSI
The Joint National
Community on Preventation, Detection evaluation andtreatment of High Blood
Preassure dari Amerika Serikat dan badan dunia WHOdengan International Society
of Hipertention membuat definisi hipertensi yaitu apabila
tekanan darah seseorang tekanan sistoliknya 140 mmHg atau lebih atautekanan
diastoliknya 90 mmHg atau lebih atau sedang memakai obat antihipertensi.Pada
anak-anak, definisi hipertensi yaitu apabila tekanan darah lebih dari
95 persentil dilihat dari umur, jenis kelamin, dan tinggi badan yang
diukur sekurang-kurangnya tiga kali pada pengukuran
yang terpisah.
Penyakit darah
tinggi atau Hipertensi adalah suatu keadaan di manaseseorang mengalami
peningkatan tekanan darah di atas normal yangditunjukkan oleh angka systolic
(bagian atas) dan angka bawah (diastolic) pada pemeriksaan tensi darah
menggunakan alat pengukur tekanan darah baik yang berupa cuff air raksa
(sphygmomanometer) ataupun alat digital lainnya. Nilai normal tekanan
darah seseorang dengan ukuran tinggi badan, berat badan, tingkat aktifitas
normal dan kesehatan secara umum adalah 120/80mmHg.Dalam aktivitas sehari-hari,
tekanan darah normalnya adalah dengan nilai angkakisaran stabil. Tetapi secara
umum, angka pemeriksaan tekanan darah menurunsaat tidur dan meningkat diwaktu
beraktifitas atau berolahraga.Bila seseorang mengalami tekanan darah tinggi dan
tidak mendapatkan pengobatan dan pengontrolan secara teratur (rutin), maka
hal ini dapat membawasi penderita kedalam kasus-kasus serius bahkan bisa
menyebabkan kematian.Tekanan darah tinggi yang terus menerus menyebabkan
jantung seseorang bekerja extra keras, akhirnya kondisi ini berakibat
terjadinya kerusakan pada pembuluh darah jantung, ginjal, otak dan mata.
Penyakit hypertensi inimerupakan penyebab umum terjadinya stroke dan serangan
jantung.
III.
JENIS-JENIS
HIPERTENSI
Pengelompokan Hipertensi terdiri atas :
·
Penyakit
Hipertensi Menurut Kausanya
Hipertensi
PrimaryHipertensi esensial atau hipertensi primer yang tidak
diketahui penyebabnya, disebut juga hipertensi idiopatik. Terdapat sekitar
95%kasus. Banyak faktor yang mempengaruhinya seperti genetik,lingkungan,
hiperaktifitas sistem saraf simpatis, sistem reninangiotensin, defek dalam
ekskresi Na, peningkatan Na dan Caintraseluler dan faktor-faktor yang
meningkatkan resiko seperti obesitas, alkohol, merokok, serta polisitemia.
Hipertensi primer biasanya timbul pada usia 30 ± 50 tahun
Hipertensi
SecondaryHipertensi secondary adalah suatu kondisi dimana terjadinya peningkatan
tekanan darah tinggi sebagai akibat seseorangmengalami/menderita penyakit
lainnya seperti gagal jantung, gagalginjal, atau kerusakan sistem hormon tubuh.
Sedangkan pada Ibuhamil, tekanan darah secara umum meningkat saat kehamilan
berusia20 minggu. Terutama pada wanita yang berat badannya di atasnormal atau
gemuk (gendut).Pregnancy-induced hypertension (PIH), ini adalah sebutan
dalamistilah kesehatan (medis) bagi wanita hamil yang menderitahipertensi.
Kondisi Hipertensi pada ibu hamil bisa sedang ataupuntergolang parah/berbahaya,
Seorang ibu hamil dengan tekanan darahtinggi bisa mengalami Preeclampsia dimasa
kehamilannya itu.Preeclampsia adalah kondisi seorang wanita hamil yangmengalami
hipertensi, sehingga merasakan keluhan seperti pusing,sakit kepala, gangguan
penglihatan, nyeri perut, muka yangmembengkak, kurang nafsu makan, mual bahkan
muntah. Apabilaterjadi kekejangan sebagai dampak hipertensi maka disebut
Eclamsia.Hipertensi sekunder atau hipertensi renal terdapat sekitar 5 %kasus.
Penyebab spesifik diketahui, seperti penggunaan estrogen, penyakit ginjal,
hipertensi vaskular renal, hiperaldosteronisme primer, dan sindrom
cushing, feokromositoma, koarktasio aorta,hipertensi yang berhubungan dengan
kehamilan, dan lain ± lain.Klinis sulit untuk membedakan dua keadaan tersebut,
terutama pada penyakit ginjal menahun. Beratnya pengaruh hipertensi
terhadapginjal tergantung dari tingginya tekanan darah dan lamanyamenderita
hipertensi. Makin tinggi tekanan darah dalam waktu lamamakin berat komplikasi
yang mungkin ditimbulkan
Hipertensi pada
penyakit ginjal
Penyakit ginjal
dapat meningkatkan tekanan darah dansebaliknya hipertensi dalam jangka waktu
yang lama dapatmengganggu ginjal. Hipertensi pada penyakit ginjal dapat
terjadi pada penyakit ginjal akut maupun penyakit ginjal kronik,
baik pada kelainan glumerolus maupun pada kelainan
vaskular.Hipertensi pada penyakit ginjal dapat dikelompokkan dalam
1. Penyakit glumerolus akut Hipertensi
terjadi karena adanya retensi natrium yangmenyebabkan hipervolemik. Retensi
natrium terjadi karenaadanya peningkatan reabsorbsi natrium di duktus
koligentes.Peningkatan ini dimungkankan abibat adanya retensi
relatif terhadap Hormon Natriuretik Peptida dan peningkatanaktivitas pompa
Na ± K ± ATPase di duktus koligentes
2. Penyakit vaskuler Pada keadaan ini
terjadi iskemi yang kemudian merangsangsistem renin angiotensin aldosteron
3. Gagal ginjal kronik Hipertensi yang
terjadi karena adanya retensi natrium, peningkatan sistem Renin
Angiotensinogen Aldosteron akibatiskemi relatif karena kerusakan regional,
aktifitas saraf simpatik yang meningkat akibat kerusakan
ginjal,hiperparatiroidis sekunder, dan pemberian eritropoetin
4. Penyakit glumerolus kronik SistemRenin-
Angiotensinogen- Aldoteron (RAA) merupakansatu sistem hormonal enzimatik yang
bersifat multikompleksdan berperan dalm naiknya tekanan darah,
pangaturankeseimbangan cairan tubuh dan elektrolit.
Hipertensi
renovaskular merupakan penyebab tersering darihipertensi sekunder. Diagnosa
hipertensi renovaskular pentingkarena kelainan ini potensial untuk disembuhkan
denganmenghilangkan penyebabnya yaitu stenosis arteri renalis. Stenosisarteri
renalis adalah suatu keadaan terdapatnya lesi obstruktif secara anatomik
pada arteri renalis. Sedangkan hipertensirenovaskular adalah hipertensi yang
terjadi akibat fisiologisadanya stenosis arteri renalis.Istilah nefropati
iskemik menggambarkan suatu keadaanterjadinya penurunan fungsi ginjal akibat
adanya stenosis arterirenalis. Jika terjadi gangguan fungsi ginjal, kelainan
ini akanmenetap walaupun tekanan darahnya dapat dikendalikan
dengan pengobatan yang meliputi medikamentosa
antihipertensi,revaskularisasi dengan tindakan bedah ataupun angioplasti.
Hipertensi pada
kelainan endokrin
Salah satu penyakit
yang disebabkan oleh kerusakan endokrinadalah aldosteronisme primer (Sindrom
Conn).Hiperaldosteronisme primer adalah sindrom yang disebabkan
olehhipersekresi aldesteron yang tidak terkendali yang umumnya berasal
dari kelenjar korteks adrenal. Hiperaldosteronisme primer secara klinis
dikenal dengan triad terdiri dari hipertensi,hipokalemi, dan alkalosis
metabolik. Sindrom ini disebabkan olehhiperplasi kelenjar korteks adrenal,
adenoma atau karsinomaadrenal.
Sindrom cushing
disebabkan oleh hiperplasi adrenal bilateral yangdisebabkan oleh adenoma
hipofisis yang menghasilkanAdenocorticotropin Hormone (ACTH ).
Hipertensi
adrenal kongenital
Hipertensi adrenal
kongenital merupakan penyabab terjadinyahipertensi pada anak (jarang terjadi).
eokromositoma
adalah salah satu hipertensi endokrin yang patutdicurigai apabila terdapat
riwayat dalam keluarga. Tanda ± tandayang mencurigai adanya feokromositoma
yaitu hipertensi, sakitkepala, hipermetabolisme, hiperhidrosis, dan hiperglikemia.
eokromositomia
disebabkan oleh tumor sel kromatin asal neuralyang mensekresikan katekolamin.
Sebagian besar berasal darikelenjar adrenal, dan hanya 10% terjadi di tempat
lain dalamrantai simpatis. 10% dari tumor ini ganas dan 10% adenomaadrenal
adalah bilateral.
eokromositomia
dicurigai jika tekanandarah berfluktuasi tinggi, disertai takikardi,
berkeringat atauedema paru karena gagal jantung.
Koarktasi
aorta
Koarktasi aorta
paling sering mempengaruhi aorta pada distal dariarteri subklavia kiri dan menimbulkan
hipertensi pada lengan danmenurunkan tekanan pada kaki, dengan denyut nadi
arterifemoralis lemah atau tidak ada. Hipertensi ini dapat menetap bahkan
setelah reseksi bedah yang berhasil, terutama jikahipertensi terjadi lama
sebelum operasi.
Hipertensi pada
kehamilan
Hipertensi pada
kehamilan merupakan penyebab utama peningkatan morbiditas dan mortalitas
maternal, janin danneonatus. Kedaruratan hipertensi dapat menjadi komplikasi
dari preeklampsia sebagaimana yang terjadi pada hipertensi kronik.Perempuan
hamil dengan hipertensi mempunyai risiko yang tinggiuntuk terjadinya komplikasi
yang berat seperti abruptio plasenta, penyakit serebrovaskuler, gagal
organ, koagulasi intravaskular.
Penelitian
observasi pasien hipertensi kronik yang ringandidapatkan risiko kehamilan
preaklampsia 10±25%, abruptio 0,7± 1,5%, kehamilan prematur kurang dari 37
minggu 12±34%, danhambatan pertumbuhan janin 8±16%. Risiko bertambah
padahipertensi kronik yang berat pada trimester pertama dengandidapatnya
preaklampsia sampai 50%. Terhadap janin,mengakibatkan risiko retardasi
perkembangan intrauterin, prematuritas dan kematian intrauterin. Selain
itu risiko hipertensiseperti gagal jantung, ensepalopati, retinopati,
perdarahan serebral,dan gagal ginjal akut dapat terjadi. Sampai sekarang yang
belum jelas apakah tekanan darah yang terkontrol secara agresif
dapatmenurunkan terjadinya eklampsia.
Penggunaan obat
yang paling banyak berkaitan dengan hipertensiadalah pil kontrasepsi oral (OCP)
dimana 5% perempuanmengalami hipertensi sejak mulai penggunaan. Perempuan
usialebih tua (>35tahun) lebih mudah terkena, begitupula
dengan perempuan yang pernah mengalami hipertensi selama kehamilan.Pada 50
% tekanan darah akan kembali normal dalam 3±6 sesudah penghentian pil. Penggunaan
estrogen pascamenopause bersifatkardioproteksi dan tidak meningkatkan tekanan
darah. Obat lainyang terkait dengan hipertensi termasuk siklosporin,
eritopoietin,dan kokain.
Jenis-jenis
Hiperteensi
1. Hipertensi Diastolik (diastolic
hypertension)Yaitu peningkatan tekanan diastolic tanpa diikuti peningkatan
tekanansistolik. Biasanya bentuk hipertensi ini ditemukan pada anak-anak
dandewasa muda.
2. Hipertensi Sistolik (isolated systolic
hypertension)Yaitu peningkatan tekanan sistolik tanpa diikutu peningkatan
tekanandiastolik. Umumnya bentuk hipertensi ini ditemukan pada usi lanjut.c.
3. Hipertensi Campuran (sistol dan diastole
yang meninggi)Yaitu peningkatan tekanan darah pada sistol dan distol. menurut berat atau tingginya peningkatan
tekanan darah
4. Hipertensi ringan yaitu jika pada
pengukuran tekanan darah, tekanandarah sistolik berada diantara 140-159mmHg dan
tekanan darahdiastolic berada diantara 90-99mmHg. b.
5. Hipertesi sedang yaitu jika pada
pengukuran tekanan darah, tekanandarah sistolik berada diantara 160-179mmHg dan
tekanan darahdiastolic berada diantara 100-109mmHg.c.
6. Hipertensi berat yaitu jika pada
pengukuran tekanan darah, tekanandarah sistolik >180mmHg dan tekanan darah
diastolic 110mmHg.
IV.
GEJALA HIPERTENSI
Hipertensi
diduga dapat berkembang menjadi masalah kesehatan yang lebihserius dan bahkan
dapat menyebabkan kematian. Seringkali hipertensi disebutsebagai silent killer
karena dua hal, yaitu:
·
Hipertensi
sulit disadari oleh seseorang karena hipertensi tidak memilikigejala khusus.
Gejala ringan seperti pusing, gelisah, mimisan, dan sakit kepala biasanya
jarang berhubungan langsung dengan hipertensi. Hipertensi dapatdiketahui dengan
mengukur tekanan darah secara teratur.
·
Penderita
hipertensi, apabila tidak ditangani dengan baik, akan mempunyairisiko besar
untuk meninggal karena komplikasi kardiovaskular seperti stroke,serangan
jantung, gagal jantung, dan gagal ginjal.
Pada sebagian besar
penderita, hipertensi tidak menimbulkan gejala;meskipun secara tidak sengaja
beberapa gejala terjadi bersamaan dan dipercaya berhubungan dengan tekanan
darah tinggi (padahal sesungguhnya tidak). Gejalayang dimaksud adalah sakit
kepala, perdarahan dari hidung, pusing, wajahkemerahan dan kelelahan; yang bisa
saja terjadi baik pada penderita hipertensi,maupun pada seseorang dengan
tekanan darah yang normal.Jika hipertensinya berat atau menahun dan tidak
diobati, bisa timbul gejala berikut:
·
Sakit
kepala
·
Kelelahan
·
Mual
·
Muntah
·
Sesak nafas
·
Gelisah
·
Pandangan
menjadi kabur yang terjadi karena adanya kerusakan pada otak,mata, jantung dan
ginjal.
·
Sering
buang air kecil terutama di malam hari
·
Telinga
berdengingKadang penderita hipertensi berat mengalami penurunan kesadaran dan
bahkankoma karena terjadi pembengkakan otak. Keadaan ini disebut
ensefalopatihiperte yang memerlukan penanganan segera
V.
FAKTOR RISIKO
HIPERTENSI
Hipertensi
disebabkan oleh faktor-faktor yang dapat dimodifikasi ataudikendalikan serta
faktor yang tidak dapat dimodifikasi.
·
Faktor yang
tidak dapat dimodifikasi atau dikendalikan
Genetik Adanya faktor
genetik pada keluarga tertentu akan menyebabkankeluarga tersebut mempunyai
resiko menderita hipertensi. Individu dengan orangtua hipertensi mempunyai
resiko dua kali lebih besar untuk menderita hipertensi daripada individu
yang tidak mempunyai keluargadengan riwayat hipertensi. Pada 70-80% kasus
Hipertensi primer,didapatkan riwayat hipertensi di dalam keluarga. Apabila
riwayathipertensi didapatkan pada kedua orang tua, maka dugaan
Hipertensi primer lebih besar. Hipertensi juga banyak dijumpai pada
penderitakembar monozigot (satu telur), apabila salah satunya
menderitaHipertensi. Dugaan ini menyokong bahwa faktor genetik
mempunyai peran didalam terjadinya Hipertensi.
Umur Insidensi hipertensi meningkat seiring dengan pertambahan
usia.Individu yang berumur di atas 60 tahun, 50-60% mempunyai tekanandarah
lebih besar atau sama dengan 140/90 mmHg. Hal itu merupakan pengaruh
degenerasi yang terjadi pada orang yang bertambah usianya.
Jenis
KelaminLaki-laki mempunyai resiko lebih tinggi
untuk menderita hipertensilebih awal. Laki-laki juga mempunyai resiko yang
lebih besar terhadapmorbiditas dan mortalitas kardiovaskuler. Sedangkan di atas
umur 50tahun hipertensi lebih banyak terjadi pada perempuan.
EtnisHipertensi
lebih banyak terjadi pada orang berkulit hitam daripada yang berkulit
putih. Belum diketahui secara pasti penyebabnya, namun dalamorang kulit hitam
ditemukan kadar renin yang lebih rendah dansensitifitas terhadap vasopresin
lebih besar.
Penyakit Ginjal,Ginjal
mengendalikan tekanan darah melalui beberapa cara:
·
Jika tekanan
darah meningkat, ginjal akan menambah pengeluarangaram dan air, yang akan
menyebabkan berkurangnya volume darahdan mengembalikan tekanan darah ke normal.
·
Jika
tekanan darah menurun, ginjal akan mengurangi pembuangangaram dan air, sehingga
volume darah bertambah dan tekanan darahkembali ke normal.
Ginjal juga bisa
meningkatkan tekanan darah dengan menghasilkanenzim yang disebut renin, yang
memicu pembentukan hormonangiotensi, yang selanjutnya akan memicu
pelepasan hormonaldosteron.Ginjal
merupakan organ penting dalam mengendalikan tekanan darah,karena itu berbagai
penyakit dan kelainan pda ginjal bisa menyebabkanterjadinya tekanan darah
tinggi. Misalnya penyempitan arteri yangmenuju ke salah satu ginjal (stenosis
arteri renalis) bisa n menyebabkanhipertensi.
Peradangan dan cedera pada salah satu atau kedua ginjal juga bisa menyebabkan
naiknya tekanan darah.
Obat-obatan Penggunaan
obat-obatan seperti
beberapa obat
hormon
(Pil
KB),Kortikosteroid, Siklosporin, Eritropoietin, Kokain, dan Kayu manis(dalam
jumlah sangat besar), termasuk beberapa
obat antiradang (anti-inflammasi) secara terus menerus (sering) dapat
meningkatkan tekanan darahseseorang. Minuman yang mengandung alkohol juga
termasuk salah satufaktor yang dapat menimbulkan terjadinya tekanan darah
tinggi.
Preeklampsi pada
kehamilanPreeklampsia dalam kehamilan adalah apabila dijumpai tekanan
darah140/90 mmHg setelah kehamilan 20 minggu (akhir triwulan keduasampai
triwulan ketiga) atau bisa lebih awal terjadi. Preeklamsi terjadisebagai akibat
dari gangguan fungsi organ akibat penyempitan pembuluh darah secara umum
yang mengakibatkan iskemia plasenta(ari-ari) sehingga berakibat kurangnya
pasokan darah yang membawanutrisi ke janin.
Keracunan timbal
akutTimbal bisa menyebabkan lesi tubulus proksimalis, lengkung henle,serta
menyebabkan aminosiduria, sehingga timbul kelainan pada ginjal(Peradangan dan
cedera pada salah satu atau kedua ginjal) bisamenyebabkan terjadinya tekanan
darah tinggi.
·
Faktor yang
dapat dimodifikasi atau dikendalikan.
1. Stres akan meningkatkan resistensi
pembuluh darah perifer dan curah jantung sehingga akan menstimulasi
aktivitas saraf simpatetik. Adapunstres ini dapat berhubungan dengan pekerjaan,
kelas sosial, ekonomi,dan karakteristik personal. Mekanisme
2. hubungan antara stress denganHipertensi,
diduga melalui aktivasi saraf simpatis. Saraf simpatis adalahsaraf yang bekerja
pada saat kita beraktivitas, saraf parasimpatis adalahsaraf yang bekerja pada
saat kita tidak beraktivitas.Peningkatan aktivitas saraf simpatis dapat
meningkatkan tekanan darahsecara intermitten (tidak menentu). Apabila stress
berkepanjangan, dapatmengakibatkan tekanan darah menetap tinggi. Walaupun hal
ini belumterbukti, akan tetapi angka kejadian di masyarakat perkotaan lebih
tinggidibandingkan dengan di pedesaan. Hal ini dapat dihubungkan
dengan pengaruh stress yang dialami kelompok masyarakat yang tinggal dikota.2.
3. ObesitasPenelitian epidemiologi
menyebutkan adanya hubungan antara berat badan dengan tekanan darah baik
pada pasien hipertensi maupunnormotensi. Pada populasi yang tidak ada
peningkatan berat badanseiring umur, tidak dijumpai peningkatan tekanan darah
sesuai peningkatan umur. Obesitas terutama pada tubuh bagian atas
dengan peningkatan jumlah lemak pada bagian perut.
4. NutrisiSodium adalah penyebab penting
dari hipertensi esensial, asupan garamyang tinggi akan menyebabkan pengeluaran
berlebihan dari hormonnatriouretik yang secara tidak langsung akan meningkatkan
tekanandarah.Asupan garam tinggi yang dapat menimbulkan perubahan tekanan
darahyang dapat terdeteksi adalah lebih dari 14 gram per hari atau
jikadikonversi kedalam takaran sendok makan adalah lebih dari dua
sendok makan.4.
5. Merokok Penelitian terakhir
menyatakan bahwa merokok menjadi salah satufaktor risiko hipertensi yang dapat
dimodifikasi. Merokok merupakanfaktor risiko yang potensial untuk ditiadakan
dalam upaya melawan arus peningkatan hipertensi khususnya dan penyakit
kardiovaskuler secaraumum di Indonesia.5.
6. Kurang olahragaGaya hidup yang tidak
aktif (malas berolah raga) bisa memicuterjadinya hipertensi pada orang-orang
memiliki kepekaan yangditurunkan.
VI.
MEKANISME
HIPERTENSI
Mekanisme
terjadinya hipertensi adalah melalui terbentuknya angiotensin IIdari
angiotensin I oleh angiotensin I-converting enzyme (ACE). ACE memegang peran
fisiologis penting dalam mengatur tekanan darah. Darah
mengandungangiotensinogen yang diproduksi di hati. Selanjutnya oleh hormon,
renin(diproduksi oleh ginjal) akan diubah menjadi angiotensin I. Oleh ACE
yangterdapat di paru-paru, angiotensin I diubah menjadi angiotensin II.
Angiotensin IIinilah yang memiliki peranan kunci dalam menaikkan tekanan darah
melalui duaaksi utama. Aksi pertama adalah meningkatkan sekresi hormon
antidiuretik
(ADH) dan rasa haus. ADH
diproduksi di hipotalamus (kelenjar pituitari) dan bekerja pada ginjal
untuk mengatur osmolalitas dan volume urin. Denganmeningkatnya ADH, sangat
sedikit urin yang diekskresikan ke luar tubuh(antidiuresis), sehingga menjadi
pekat dan tinggi osmolalitasnya. Untuk mengencerkannya, volume cairan ekstraseluler
akan ditingkatkan dengan caramenarik cairan dari bagian intraseluler.
Akibatnya, volume darah meningkat,yang pada akhirnya akan meningkatkan tekanan
darah. Aksi kedua adalahmenstimulasi sekresi aldosteron dari korteks
adrenal.Aldosteron merupakan hormon steroid yang memiliki peranan penting
padaginjal. Untuk mengatur volume cairan ekstraseluler, aldosteron akan
mengurangiekskresi NaCl (garam) dengan cara mereabsorpsinya dari tubulus
ginjal. Naiknyakonsentrasi NaCl akan diencerkan kembali dengan cara
meningkatkan volumecairan ekstraseluler yang pada gilirannya akan meningkatkan
volume dantekanan darah.
VII.
PENCEGAHAN
HIPERTENSI
Hipertensi dapat
dicegah dengan pengaturan pola makan yang baik sepertikonsumsi makanan kaya
serat, kurangi konsumsi garam dan pola diet rendah lemak jenuh, total
lemak dan kolesterol serta aktivitas fisik yang cukup. Hindari kebiasaan
lainnya seperti merokok dan mengkonsumsialkohol yang diduga berpengaruh dalam
meningkatkan resiko hipertensi,walaupun mekanisme timbulnya belum diketahui
pasti. Disarankan untuk mengurangi konsumsi natrium/sodium. Sumber
natrium/sodium yang utamaadalah natrium klorida (garam dapur), penyedap masakan
(monosodium glutamat= MSG), dan sodium karbonat. Konsumsi garam dapur
(mengandung iodium)yang dianjurkan tidak lebih dari 6 gram per hari, setara
dengan satu sendok teh.Dalam kenyataannya, konsumsi berlebih disebabkan oleh
budaya masak-memasak masyarakat kita yang umumnya boros menggunakan garam.
Indra perasa kita
sejak kanak-kanak telah dibiasakan untuk memiliki ambang batas yang tinggi
terhadap rasa asin, sehingga sulit untuk dapat menerimamakanan yang agak tawar.
Konsumsi garam ini sulit dikontrol, terutama jika kitaterbiasa mengonsumsi
makanan di luar rumah (warung, restoran, hotel, dan lain-lain).Sumber natrium
yang juga perlu diwaspadai adalah yang berasal dari penyedap masakan
(MSG). Budaya penggunaan MSG sudah sampai pada taraf yang sangat
mengkhawatirkan. Hampir semua ibu rumah tangga, penjualmakanan, dan penyedia
jasa katering selalu menggunakannya. Penggunaan MSGdi Indonesia sudah begitu
bebasnya, sehingga penjual bakso, bubur ayam, soto,dan lain-lain, dengan
seenaknya menambahkannya ke dalam mangkok tanpatakaran yang jelas.Beberapa
bentuk pencegahan penyakit hipertensi antara lain :
a.
Pencegahan
primordial b.
b.
Promosi
kesehatanc.
c.
Proteksi
dini : kurangi garam sebagai salah satu faktor risikod.
d.
Diagnosis
dini : screening, pemeriksaan/check-upe.
e.
Pengobatan
tepat : segera mendapatkan pengobatan komperhensif dan kausalawal keluhanf.
f.
Rehabilitasi
: upaya perbaikan dampak lanjut hipertensi yang tidak bisadiobati
VIII.
KESIMPULAN
Definisi Hipertensi
:Hipertensi adalah suatu kondisi dimana tekanan darah seseorang
tekanansistoliknya 140 mmhg atau lebih atau tekanan diastoliknya 90 mmhg atau lebih
v
Faktor yang
dapat dimodisikasi atau dikendalikan
·
Stress
·
Obesitas
·
Nutrisi
·
Merokok
·
Kurang
Olahraga
v
Jenis-jenis
Hipertensi menurut Kausanya
·
Hipertensi
Primer
·
Hipertensi
Primer
·
Hipertensi
Primer
·
Hipertensi
Sekunder
·
Hipertensi
pada ginjal
·
Hipertensi
pada penyakit renovaskular
·
Hipertensi
pada kelainan endokrin
·
Hipertensi
adrenal konginetal
·
Hipertensi
pada kehamilan
·
Hipertensi
penggunaan obat-obatan
·
Hipertensi
Diastolik
·
Hipertensi
Sistolik
·
Hipertensi
Campuran
Mekanisme
Terjadinya Penyakit HipertensiMekanisme terjadinya hipertensi adalah melalui
terbentuknya angiotensin IIdari angiotensin I oleh angiotensin I-converting
enzyme (ACE). Selanjutnyaoleh hormon, renin (diproduksi oleh ginjal) akan
diubah menjadi angiotensinI. Oleh ACE yang terdapat di paru-paru, angiotensin I
diubah menjadiangiotensin II. Angiotensin II inilah yang memiliki peranan kunci
dalammenaikkan tekanan darah melalui dua aksi utama. Aksi pertama
adalahmeningkatkan sekresi hormon antidiuretik (ADH) dan rasa haus. Aksi keduaadalah
menstimulasi sekresi aldosteron dari korteks adrenal.
Cara Pencegahan
Penyakit HipertensiHipertensi dapat dicegah dengan pengaturan pola makan yang
baik, sertaaktivitas fisik yang cukup seperti olahraga secara teratur. Selain
itu denganmenghindari kebiasaan buruk seperti merokok dan konsumsi alkohol,
sertakonsumsi natrium/sodium yang berlebih seperti garam dapur yang berlebihan,
penyedap rasa (MSG). Selain itu, dengan melakukan diagnosis dini
sebagaicara pencegahan.
SARAN
Dalam upaya
pencegahan penyakit hipertensi, hendaknya seseorang menerapkan pola hidup
sehat. Baik dari segi penerapan pola makan, mencakup menghindarimakanan yang
berisiko meningkatkan tekanan darah, hindari pemicu stress(stressor), serta
asupan nutrisi yang seimbang. Selain itu aktifitas fisik sepertiolahraga secara
teratur, agar tidak terjadi obesitas. Hindari kebiasaan yang berakibat
buruk seperti merokok serta konsumsi alkohol. Dalam pencegahanhipertensi pada
usia dewasa, hendaknya pencegahan dimulai sejak dini. Disinilah perlu peranan
aktif orang tua dalam mengontrol pola konsumsi anaknyamasing-masing.


0 komentar:
Posting Komentar